Search This Blog

Showing posts with label WordPress. Show all posts
Showing posts with label WordPress. Show all posts

Saturday, October 31, 2015

Ocean Medic – Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Klinik

Aplikasi SIM Klinik dan SIMRS / SIRS baik Klinik + Apotik + Lab ataupun untuk skala Rumah Sakit mulai dari Tipe A, B, C dan D.

MODUL – MODUL

Dengan Modul Dasar sbb:

[*] Rekam Medik
[*] Rawat Jalan
[*] Apotik
[*] Gudang
[*] Laboratorium
[*] Tagihan
[*] IGD / UGD
[*] Rawat Inap
[*] Manajemen Keperawatan
[*] Kamar Operasi (OK dan VK)
[*] Radiologi

[*] HRD / Kepegawaian
[*] Keuangan / Akunting

Dan Beberapa Tambahan Modul sbb
[list]
[*] ICU / NICU
[*] Kamar Jenazah
[*] Ambulans
[*] Fisioterapi
[*] EKC
[*] USG
[*] Bisnis Inteligens
[*] Bridging BPJS
[*] SMS Gateway
[*] Webportal
[*] Sistem Antrian
[*] Penggajian dan Absensi

FITUR – FITUR sbb:

[*] Multi Tarif
[*] Layar Dokter
[*] Auto Expired Medicine
[*] Auto Buffer Stok
[*] Perjanjian Dokter
[*] Pemesanan Tempat Tidur

KELEBIHAN

Aplikasi ini dibuat dg [color=red]SKALA 90%
[*] 90% Dapat mengikuti alur / cara kerja Klinik dan Rumah Sakit.
[*] 90% Bebas eror dan bugs.
[*] 90% Berhasil diimplementasikan.
[*] 90% Meningkatkan pendapatan.
[*] 90% Dapat memenuhi kebutuhan Klinik dan Rumah Sakit.
[*] 90% Siap digunakan.
[*] 90% Siap dalam minimal 3 hari

MENGAPA SIM KLINIK DAN SIMRS / SIRS ?

[*] Sudah digunakan di lebih 30 Pelanggan di bidang pelayanan kesehatan.
[*] Sudah termasuk Kode ICD 9 dan 10.
[*] Sudah termasuk Data Nama Obat
[*] Sudah termasuk Data Nama-nama Tindakan baik Klinik dan Rumah Sakit,
[*] Sudah termasuk Buku Panduan
[*] Sudah termasuk Garansi 6 Bulan.
[*] Harga mulai dari Rp.10jt an.

Info lebih lanjut mengenai penawaran , demo dan presentasi :

+6281210143202 ( Call / Whatsapp)

Stat

 




via WordPress http://ift.tt/1GDrqo1

Saturday, October 17, 2015

Platform Kesehatan Praktis berbasiskan Komputasi Awan

Layanan komputasi awan (cloud computing) saat ini sedang berkembang pesat seiring kebutuhan atas berbagai layanan yang efektif. Menyadari hal itu, Ocean Medic memberikan solusi praktis bagi pelayanan medis di berbagai sektor mulai dari praktek dokter, klinik, puskesmas hingga rumah sakit, dengan basis komputasi awan.

Umumnya pelayanan kesehatan berbasiskan on premise yang biasa saat ini diterapkan dalam pengelolaan mandiri seperti ketersediaan perangkat server, database hingga personal computer. Masalahnya, on premise membutuhkan biaya investasi di awal yang cukup besar. Untuk itu, Ocean Medic menawarkan solusi tersebut. Solusi yang disediakan Ocean Medic berbasiskan SaaS (Software as a Service), Berita Selengkapnya…

Sumber:

http://ift.tt/1OMDbcM

Ocean Medic Cloud Diagram




via WordPress http://ift.tt/1OMDcxj

Wednesday, February 4, 2015

Proses Implementasi Bridging BPJS Kesehatan

Berikut saya akan berbagi Proses Implementasi Bridging BPJS Kesehatan termasuk didalam nya tahapan dari setiap kegiatan yang diperlukan baik oleh pengembang SIMRS dan penyedia kesehatan dalam hal ini Rumah Sakit.


BPJS








via WordPress http://ift.tt/16rFjnZ

Tuesday, January 6, 2015

2014 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.



Here’s an excerpt:



A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 1,300 times in 2014. If it were a cable car, it would take about 22 trips to carry that many people.



Click here to see the complete report.








via WordPress http://ift.tt/1DgJOj4

Wednesday, October 29, 2014

Bisnis Proses Pasien Rawat Jalan

Berikut ini saya akan berbagi bisnis proses untuk pasien rawat jalan baik terhadap pelayanan rumah sakit maupun klinik seperti pada gambar dibawah ini:


OP



  1. Pasien mendatangi Pos Pendaftaran dengan informasi terdiri dari : Nama , Jenis Kelamin, Umur,dll

  2. Selanjutnya Pasien mengunjungi ruang Dokter untuk mendapatkan pelayanan medis.

  3. Jika tidak ada tindakan medis lainnya maupun obat, Pasien dapat melakukan pembayaran di Kasir.

  4. Jika ada, Pasien dapat diberikan Tindakan Penunjang Medis dan Obat.


Kesimpulan:


Pasien dapat melakukan pembayaran kapan saja setiap saat setelah mendapatkan layanan konsultasi maupun tindakan.








via WordPress http://ift.tt/1FV0qNa

Monday, September 22, 2014

Tips memilih SIMRS yang tepat

Berikut beberapa tips guna memilih aplikasi simrs yang tepat sehingga investasi, konsumsi waktu dan tenaga tidak sia-sia.


1.Client Listed

jika vendor telah memiliki beberapa daftar klien yang telah menggunakan aplikasi simrs, ini bisa menjadi acuan sebelum menentukan untuk memilih vendor simrs.


2.Ready to Use

pastikan aplikasi simrs telah siap pakai dan dapat dikustomisasi selanjutnya jika ada beberapa penambahan maupun pengembangan simrs


3.Demo Screen

pada saat vendor melakukan presentasi, tanyakan juga kepada vendor untuk melakukan demo. demo tersebut dapat di mulai dari yang sederhana seperti pendaftaran, konsul dokter, pemberian tindakan baik tindakan penunjang medis maupun tindakan medis lainnya. lalu pemberian obat dari apotik kemudian lihat dan cocokan jumlah tagihan pasien.


4.Staying Power

pastikan vendor simrs telah berdiri sedikitnya 5(lima)tahun. lima tahun merupakan waktu yang cukup baik untuk vendor dalam memberikan layanan purna jual, pengembangan yang berkelanjutan, pemahaman akan aplikasi simrs semakin matang serta eksistensi vendor tersebut. jangan sampai anda membeli aplikasi simrs setelah tahun kedua vendor tersebut telah tutup.


5.Trial Version

jika memungkinkan, minta vendor untuk memberikan trial minimal 3(tiga) bulan. memang diperlukan biaya implementasi khusus pada periode trial, setidaknya meyakinkan anda sebelum memutuskan akan memilih vendor simrs.


Kesimpulan:


Ada banyak vendor simrs di indonesia, baik yang berasal dari luar negeri maupun lokal tidak menjamin bahwa aplikasi yang mereka tawarkan adalah yang terbaik. Harga Aplikasi, baik yang mulai dari 50 juta – 5 miliar semuanya memberikan fungsi dasar yang sama. Yang membedakan adalah beberapa fitur tambahan, proses implementasi, kustomisasi, layanan teknis, dan lainnya.








via WordPress http://ift.tt/1uvTH4B

Pentingkah perawatan aplikasi SIMRS?

Dalam beberapa implementasi proyek simrs, ada banyak ditemukan bahwa setelah implementasi simrs selesai dilakukan, jajaran rumah sakit seolah yakin bahwa aplikasi simrs dapat digunakan tanpa perlunya perawatan yang berkelanjutan.


ada beberapa faktor pemikiran mengapa tidak perlu dilakukan perawatan. merasa bahwa mereka telah memilik staff it yang kompeten, sdm yang handal, ruang linkup yang kecil karena tidak menggunakan akses internet dilingkungan rumah sakit sehingga dirasa aman dan tidak perlu menghubungi vendor simrs. ada satu hal penting yang menjadi indikator penting dalam masalah finansial yaitu besarnya biaya perawatan aplikasi simrs dan aplikasi lainnya serta perangkat keras yang telah ada sebelumnya atau yang bersamaan hadir dengan adanya proyek simrs tersebut.


beberapa alasan tersebut diatas memang ada benarnya, namun mengenai perawatan aplikasi simrs menjadi mutlak di butuhkan oleh rumah sakit. seperti saat kita membeli mobil jaguar baru….. pada saat baru dibeli memang belum terasa masalah yang timbul. namun secara periodis tentu diperlukan pergantian oli, pengecekan mesin, dan lain lain.


perawatan berkala yang ditawarkan oleh vendor simrs, bukan semata mereka mencari keuntungan dari perawatan tersebut namun menjadi pilihan pasti dari inisiatif pihak rumah sakit. vendor pun tidak keberatan atas pilihan rumah sakit namun dampak yang diakibatkan dari perawatan yang diabaikan tersebutlah yang menjadi KPI (key performance indicator) gagal atau tidak nya implementasi di rumah sakit.


dampak dari tidak diberlakukannya perawatan oleh rumah sakit tentu menjadi perhatian dari vendor simrs bahkan bisa sampai pada tahap pandangan negatif dari calon pengguna aplikasi simrs untuk rumah sakit lain. padahal ada banyak kasus ditemukan, bahwa error/bug yang terdapat pada aplikasi simrs tersebut bukan hanya dari kesalahan program semata, namun ketidaktahuan masing-masing pengguna di instalasi masing-masing rumah sakit.

sebagai contoh, pengguna sering menggunakan flashdisk untuk keperluan tertentu baik personal maupun internal rumah sakit, namun tanpa disadari bahwa cara kerja virus dewasa ini tidak hanya menginfeksi satu komputer tersebut tapi bisa juga menginfeksi komputer yang lain dalam satu jaringan dilokasi rumah sakit.


(CONT…..)








via WordPress http://ift.tt/1uvTFtq

Siklus Hidup Proyek (Inisiasi Proyek)

Berbicara Manajemen Proyek sebenarnya susah-susah gampang, tergantung besar kecilnya proyek, banyaknya sumber daya yang digunakan, semakin besar proyek maka kita harus dapat membagi wewenang yang seharusnya kita lakukan dengan bawahan kita, tidak perlu panjang lebar karena saya disini hanya akan menerangkan langkah-langkahnya saja, untuk menghemat waktu mari kita langsung ke inti.


Pada sebuah siklus hidup proyek terdapat 4 fase yaitu inisiasi, perencanaan, pelaksanaan dan penutupan. Pada tahap inisiasi proyek terdapat 6 tahap untuk diselesaikan sebelum melangkah ke tahap perencanaan, yang pertama yaitu pendefinisian kasus bisnis yang dikembangkan, dimana kita dapat mencari definisi pengembangan secara terperinci, menganalisa solusi potensial yang tersedia, dari tiap-tiap solusi tersebut kita dokumentasikan potensi keuntungan, biaya, resiko dan isu-isu, solusi yang direkomendasikan dan implementasi umum.


Setelah tahap pengembangan kasus bisnis kita dokumentasikan secara detail, maka langkah kedua adalah melakukan studi kelayakan pada proyek tersebut, pada setiap bagian pengembangan kasus bisnis, hal ini dilakukan untuk melakukan penelitian seperti apakah perkiraan biaya sangat masuk akal atau cukup untuk membiayai proyek tersebut selesai, apakah solusi yang ada dapat tercapai, apakah resiko yang ada dapat dihindari.


Tahap studi kelayakan telah selesai, semua solusi telah disetujui dan pendanaan telah dialokasikan maka sebuah proyek telah dimulai, langkah ketiga yaitu membuat project charter dimana pendifinisian visi, obyektif, jangkauan dan penyampaian untuk proyek tersebut. Pada langkah ini juga kita harus membuat struktur organisasi, peran dan tanggung jawab, dan meringkas rencana aktifitas, sumber daya dan pendanaan yang dibutuhkan untuk memulai proyek. Akhirnya setiap resiko, isu, asumsi perencanaan dan hambatan telah terdaftar dan terdokumentasi dengan baik.


Project charter telah selesai dibuat, saatnya melangkah ke langkah keempat yaitu menentukan tim proyek, pada tahap ini cakupan dari proyek telah didefinisikan secara terperinci dan tim proyek telah siap untuk ditentukan. Walaupun Manajer Proyek dapat ditentukan pada setiap tahap pada proyek, Manajer Proyek perlu ditentukan prioritasnya pada pembentukan tim proyek. Manajer Proyek mendokumentasikan deskripsi pekerjaan secara terperinci untuk setiap peran pada proyek dan menunjuk sumber daya manusia ke setiap peran berdasarkan pada keahlian dan pengalaman yang bersangkutan. Pada saat tim telah memenuhi sumber daya yang sesuai maka kantor proyek telah siap untuk dibuat.


Mempersiapkan kantor proyek merupakan langkah kelima dari fase inisiasi proyek, kantor proyek adalah lingkungan fisik dimana tim proyek akan berbasis. Walaupun biasanya hanya memiliki satu kantor proyek pusat, memungkinkan juga untuk memiliki lingkungan kantor proyek maya dengan anggota tim proyek di berbagai lokasi diseluruh dunia. Tanpa menghiraukan lokasi, sebuah lingkungan kantor proyek yang berhasil akan terdiri dari komponen seperti lokasi baik fisik ataupun maya, fasilitas komunikasi seperti telpon, jaringan komputer, email, akses internet, penyimpanan file, penyimpanan basis data dan perlengkapan backup, serta peralatan untuk akunting, perencanaan proyek dan permodelan resiko.


Langkah keenam dalam inisiasi proyek yaitu melakukan peninjauan tahap yang telah dilakukan, hal ini pada dasarnya merupakan sebuah pemeriksaan untuk memastikan bahwa proyek telah mencapai pernyataan obyektif sesuai dengan yang direncanakan.

sumber: http://ift.tt/1uvTEG3








via WordPress http://ift.tt/Z8oqLY