Search This Blog

Tuesday, January 25, 2011

Apa itu SCRUM

Scrum adalah sebuah pendekatan tangkas untuk pengembangan perangkat lunak. Daripada proses penuh atau metodologi, itu adalah suatu kerangka kerja. Jadi, bukannya menyediakan lengkap, deskripsi rinci tentang bagaimana segala sesuatu yang harus dilakukan pada proyek, banyak yang diserahkan kepada tim pengembangan perangkat lunak. Hal ini dilakukan karena tim akan tahu bagaimana cara terbaik untuk memecahkan masalah yang mereka disajikan. Inilah sebabnya mengapa, misalnya, rapat perencanaan sprint digambarkan dalam bentuk hasil yang diinginkan (komitmen untuk mengatur fitur yang akan dikembangkan di sprint berikutnya), bukan seperangkat kriteria Masuk, definisi Tugas, kriteria Validasi, dan Keluar kriteria (ETVX) seperti yang akan disediakan dalam metodologi yang paling.

Scrum bergantung pada pengorganisasian-diri, tim lintas fungsional. Tim scrum adalah mengorganisir diri dalam bahwa tidak ada pemimpin tim secara keseluruhan yang memutuskan mana orang yang akan melakukan tugas atau bagaimana suatu masalah akan dipecahkan. Mereka adalah isu-isu yang ditentukan oleh tim secara keseluruhan. Tim ini lintas fungsional sehingga setiap orang perlu untuk mengambil fitur dari ide untuk implementasi terlibat.

Tim-tim pengembangan agile yang didukung oleh dua orang tertentu: sebuah ScrumMaster dan pemilik produk. ScrumMaster dapat dianggap sebagai pelatih bagi tim, membantu anggota tim menggunakan kerangka Scrum untuk tampil di tingkat tertinggi. Pemilik produk mewakili bisnis, pelanggan atau pengguna dan memandu tim ke arah gedung produk yang tepat.

proyek Scrum membuat kemajuan dalam serangkaian sprint, yang timeboxed iterasi tidak lebih dari sebulan panjang. Pada awal sprint, anggota tim berkomitmen untuk memberikan beberapa nomor fitur yang terdaftar di product backlog proyek. Pada akhir sprint, fitur ini dilakukan - mereka diimplementasikan, diuji, dan diintegrasikan ke dalam produk berkembang atau sistem. Pada akhir sprint tinjauan sprint dilakukan selama tim menunjukkan fungsi baru kepada pemilik produk dan pemangku kepentingan lain yang memberikan umpan balik yang dapat mempengaruhi sprint berikutnya.

Thursday, August 26, 2010

FourSquare Melampaui 1 Juta Check In Sehari

FourSquare social network unik yang menggunakan fitur lokasi sebagai andalan telah melampaui 1 juta kali check in dalam sehari. Baru saja FourSquare mendapatkan suntikan dana baru 20 juta USD dan kali ini FourSquare telah membuat berita baru.
Dengan ini, FourSquare telah mencapai momentum bersejarah yang juga menunjukkan prospek layanan ini di masa depan yang tentu akan terus berkembang. Bagi Anda yang belum tahu “check in”, ini adalah istilah tentang aktivitas menggunakan FourSquare untuk meberitahukan di mana kita berada. Selain itu dengan FourSquare ini kita bisa merekmoendasikan tempat dan kegiatan untuk dilakukan pada teman-teman kita. Orang-orang seringkali melakukan check-in di tempat-tempat seperti cafe, restoran, bar, rumah, kantor, dsb.
Nah buat Anda yang belum tahu FourSquare, bisa ke www.foursquare.com atau cari kemudian download aplikasi FourSquare di Android Market atau iPhone AppStore Anda.
Sumber: grezz.com

Wednesday, August 4, 2010

FIREFOX 4

Direktur dari Mozilla firefox, Mike Beltzner, baru baru ini telah mengupdate blog beliau yang akan memberikan kabar baru dari release Firefox 4. Kali ini Mike akan memberikan product plan untuk Firefox 4 yang akan memberitahu kita beberapa point penting yang ingin dicapai oleh Firefox 4. Mike juga mengatakan kalau para developer saat ini sedang mengimplementasikan sebuah proses baru pada plugin yang akan dikeluarkan pada Firefox 3.7 dan juga Firefox 3.6.4. Sehingga dengan demikian para developer mampu merubah Firefox 3.7 menjadi Firefox 3.6.4 karena kompatible.

Sehingga, nantinya kita tidak akan menemui Firefox 3.7 malah kita akan langsung melompat ke Firefox 4 yang beta release nya akan keluar pada bulan Juni 2010 ini, sedangkan release candidate akan keluar pada 1 in Oktober 2010 ini. Tujuan utama yang akan di targetkan oleh Firefox 4 akan membuat browser:
 -Semakin cepat bahkan Firefox akan menjadi super-duper cepat
 -Lebih Powerful karena akan mengadopsi open standard Web technologies (HTML5 and beyond!)
- Memberikan user untuk mendapatkan full control terhadap browser, data, dan Web experience.

Fitur yang direncanakan pada Firefox 4:

- Tentu saja optimasi pada Performance
- Theme yang lebih otimum
- Update dan instalasi tampa harus melakukan restart browser
- Mengendalikan website permissions dan relationship status
- Jetpack based add-ons yang dapat berjalan langsung dan lebih cepat
- Web development tools baru, yaitu HTML5 dan juga mendukung web technology terbaru, diantaranya native multimedia capabilities.
- Mendukung 64-bit.
- Optimasi pada Startup, mengurangi proses I/O operation, DOM performance, juga menggunakan JavaScript engine terbaru, mendukung hardware acceleration, dan juga multitouch.

Anda dapat mengunjungi blognya Mike untuk melihat slideshow presentation ataupun video presentation mengenai teknologi HTML5 capable browser.

Sumber: http://grezz.com

Wednesday, July 21, 2010

Implementation Issue on Hospital Management System) Part II

Now we discuss the problems of the vendor. No guarantee of human resources that come from foreign or domestic. That all depends on the policies and basic rules of the vendors.

Problems arising from the vendor are as follows:

1.Legalization. Legalization and legal vendors from the vendor will need to browse. Whether the vendor is correct stand on the notary of teaching license, SIUP, TDP and other proof of authenticity. The problems that arise due to a vendor does not have any legality is sustainability and the development application.

2.Effective Managerial. In an operation management system project Hospital (SIMRS-HMS) in need policies to succeed the implementation of the project. In a more detailed scale, there is a Project Manager, System Analyst, Programmer, Technical Support, Technical Documenter. Overlapping job descriptions in the implementation of the project (SIMRS-HMS) can lead to slow its process so that implementation details until the settlement is not culminate.
Cont...

Sunday, July 18, 2010

Tips memilih SIMRS yang tepat

Berikut beberapa tips guna memilih aplikasi simrs yang tepat sehingga investasi, konsumsi waktu dan tenaga tidak sia-sia.

1.Client Listed
jika vendor telah memiliki beberapa daftar klien yang telah menggunakan aplikasi simrs, ini bisa menjadi acuan sebelum menentukan untuk memilih vendor simrs.

2.Ready to Use
pastikan aplikasi simrs telah siap pakai dan dapat dikustomisasi selanjutnya jika ada beberapa penambahan maupun pengembangan simrs

3.Demo Screen
pada saat vendor melakukan presentasi, tanyakan juga kepada vendor untuk melakukan demo. demo tersebut dapat di mulai dari yang sederhana seperti pendaftaran, konsul dokter, pemberian tindakan baik tindakan penunjang medis maupun tindakan medis lainnya. lalu pemberian obat dari apotik kemudian lihat dan cocokan jumlah tagihan pasien.

4.Staying Power
pastikan vendor simrs telah berdiri sedikitnya 5(lima)tahun. lima tahun merupakan waktu yang cukup baik untuk vendor dalam memberikan layanan purna jual, pengembangan yang berkelanjutan, pemahaman akan aplikasi simrs semakin matang serta eksistensi vendor tersebut. jangan sampai anda membeli aplikasi simrs setelah tahun kedua vendor tersebut telah tutup.

5.Trial Version
jika memungkinkan, minta vendor untuk memberikan trial minimal 3(tiga) bulan. memang diperlukan biaya implementasi khusus pada periode trial, setidaknya meyakinkan anda sebelum memutuskan akan memilih vendor simrs.

Kesimpulan:

Ada banyak vendor simrs di indonesia, baik yang berasal dari luar negeri maupun lokal tidak menjamin bahwa aplikasi yang mereka tawarkan adalah yang terbaik. Harga Aplikasi, baik yang mulai dari 50 juta - 5 miliar semuanya memberikan fungsi dasar yang sama. Yang membedakan adalah beberapa fitur tambahan, proses implementasi, kustomisasi, layanan teknis, dan lainnya.

Friday, July 16, 2010

Pentingkah perawatan aplikasi SIMRS?

Dalam beberapa implementasi proyek simrs, ada banyak ditemukan bahwa setelah implementasi simrs selesai dilakukan, jajaran rumah sakit seolah yakin bahwa aplikasi simrs dapat digunakan tanpa perlunya perawatan yang berkelanjutan.

ada beberapa faktor pemikiran mengapa tidak perlu dilakukan perawatan. merasa bahwa mereka telah memilik staff it yang kompeten, sdm yang handal, ruang linkup yang kecil karena tidak menggunakan akses internet dilingkungan rumah sakit sehingga dirasa aman dan tidak perlu menghubungi vendor simrs. ada satu hal penting yang menjadi indikator penting dalam masalah finansial yaitu besarnya biaya perawatan aplikasi simrs dan aplikasi lainnya serta perangkat keras yang telah ada sebelumnya atau yang bersamaan hadir dengan adanya proyek simrs tersebut.

beberapa alasan tersebut diatas memang ada benarnya, namun mengenai perawatan aplikasi simrs menjadi mutlak di butuhkan oleh rumah sakit. seperti saat kita membeli mobil jaguar baru..... pada saat baru dibeli memang belum terasa masalah yang timbul. namun secara periodis tentu diperlukan pergantian oli, pengecekan mesin, dan lain lain.

perawatan berkala yang ditawarkan oleh vendor simrs, bukan semata mereka mencari keuntungan dari perawatan tersebut namun menjadi pilihan pasti dari inisiatif pihak rumah sakit. vendor pun tidak keberatan atas pilihan rumah sakit namun dampak yang diakibatkan dari perawatan yang diabaikan tersebutlah yang menjadi KPI (key performance indicator) gagal atau tidak nya implementasi di rumah sakit.

dampak dari tidak diberlakukannya perawatan oleh rumah sakit tentu menjadi perhatian dari vendor simrs bahkan bisa sampai pada tahap pandangan negatif dari calon pengguna aplikasi simrs untuk rumah sakit lain. padahal ada banyak kasus ditemukan, bahwa error/bug yang terdapat pada aplikasi simrs tersebut bukan hanya dari kesalahan program semata, namun ketidaktahuan masing-masing pengguna di instalasi masing-masing rumah sakit.
sebagai contoh, pengguna sering menggunakan flashdisk untuk keperluan tertentu baik personal maupun internal rumah sakit, namun tanpa disadari bahwa cara kerja virus dewasa ini tidak hanya menginfeksi satu komputer tersebut tapi bisa juga menginfeksi komputer yang lain dalam satu jaringan dilokasi rumah sakit.

(CONT.....)

Wednesday, May 19, 2010

Siklus Hidup Proyek (Inisiasi Proyek)

Berbicara Manajemen Proyek sebenarnya susah-susah gampang, tergantung besar kecilnya proyek, banyaknya sumber daya yang digunakan, semakin besar proyek maka kita harus dapat membagi wewenang yang seharusnya kita lakukan dengan bawahan kita, tidak perlu panjang lebar karena saya disini hanya akan menerangkan langkah-langkahnya saja, untuk menghemat waktu mari kita langsung ke inti.

Pada sebuah siklus hidup proyek terdapat 4 fase yaitu inisiasi, perencanaan, pelaksanaan dan penutupan. Pada tahap inisiasi proyek terdapat 6 tahap untuk diselesaikan sebelum melangkah ke tahap perencanaan, yang pertama yaitu pendefinisian kasus bisnis yang dikembangkan, dimana kita dapat mencari definisi pengembangan secara terperinci, menganalisa solusi potensial yang tersedia, dari tiap-tiap solusi tersebut kita dokumentasikan potensi keuntungan, biaya, resiko dan isu-isu, solusi yang direkomendasikan dan implementasi umum.


Setelah tahap pengembangan kasus bisnis kita dokumentasikan secara detail, maka langkah kedua adalah melakukan studi kelayakan pada proyek tersebut, pada setiap bagian pengembangan kasus bisnis, hal ini dilakukan untuk melakukan penelitian seperti apakah perkiraan biaya sangat masuk akal atau cukup untuk membiayai proyek tersebut selesai, apakah solusi yang ada dapat tercapai, apakah resiko yang ada dapat dihindari.

Tahap studi kelayakan telah selesai, semua solusi telah disetujui dan pendanaan telah dialokasikan maka sebuah proyek telah dimulai, langkah ketiga yaitu membuat project charter dimana pendifinisian visi, obyektif, jangkauan dan penyampaian untuk proyek tersebut. Pada langkah ini juga kita harus membuat struktur organisasi, peran dan tanggung jawab, dan meringkas rencana aktifitas, sumber daya dan pendanaan yang dibutuhkan untuk memulai proyek. Akhirnya setiap resiko, isu, asumsi perencanaan dan hambatan telah terdaftar dan terdokumentasi dengan baik.

Project charter telah selesai dibuat, saatnya melangkah ke langkah keempat yaitu menentukan tim proyek, pada tahap ini cakupan dari proyek telah didefinisikan secara terperinci dan tim proyek telah siap untuk ditentukan. Walaupun Manajer Proyek dapat ditentukan pada setiap tahap pada proyek, Manajer Proyek perlu ditentukan prioritasnya pada pembentukan tim proyek. Manajer Proyek mendokumentasikan deskripsi pekerjaan secara terperinci untuk setiap peran pada proyek dan menunjuk sumber daya manusia ke setiap peran berdasarkan pada keahlian dan pengalaman yang bersangkutan. Pada saat tim telah memenuhi sumber daya yang sesuai maka kantor proyek telah siap untuk dibuat.

Mempersiapkan kantor proyek merupakan langkah kelima dari fase inisiasi proyek, kantor proyek adalah lingkungan fisik dimana tim proyek akan berbasis. Walaupun biasanya hanya memiliki satu kantor proyek pusat, memungkinkan juga untuk memiliki lingkungan kantor proyek maya dengan anggota tim proyek di berbagai lokasi diseluruh dunia. Tanpa menghiraukan lokasi, sebuah lingkungan kantor proyek yang berhasil akan terdiri dari komponen seperti lokasi baik fisik ataupun maya, fasilitas komunikasi seperti telpon, jaringan komputer, email, akses internet, penyimpanan file, penyimpanan basis data dan perlengkapan backup, serta peralatan untuk akunting, perencanaan proyek dan permodelan resiko.

Langkah keenam dalam inisiasi proyek yaitu melakukan peninjauan tahap yang telah dilakukan, hal ini pada dasarnya merupakan sebuah pemeriksaan untuk memastikan bahwa proyek telah mencapai pernyataan obyektif sesuai dengan yang direncanakan.
sumber: http://rachmat-hidayat.web.id/